Persaingan memperebutkan posisi kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sungaipenuh pada 7 April mendatang, bakal sengit. Sebab, kedua pasangan yang bertarung pada putaran kedua ini, Asafri Jaya Bakri -Ardinal Salim dan Ahmadi Zubir-Mushar memiliki kekuatan yang berimbang. “Pilwako Kota Sungaipenuh ini unik dan tidak sama dengan daerah lain,” ujar pengamat politik Ivan Fauzani Raharja, kepada Jambi Independent.
Karakter pemilih, katanya, berubah-ubah sangat cepat dan tidak satupun lembaga survei yang bisa memprediksi siapa yang akan menang. Menurut Ivan, kemenangan kandidat sangat ditentukan kejelian masing-masing tim sukses dalam memanfaatkan momen. Sebab, kata dia, besar kecilnya partai pengusung tidak menentukan siapa yang bakal menang. ”Yang menentukan itu figur dan sejauh mana parpol menjalankan mesin politiknya untuk bergerak dalam mempengaruhi pemilih supaya memilih kandidatnya,” tegasnya.
Berdasar hasil pilkada sebelumnya, perolehan suara yang cukup signifikan didapatkan dari basis massa atau daerah asal calon. Seperti Ahmadi Zubir-Mushar mendulang suara yang mencolok di Kecamatan Pesisir Bukit. Demikian pula dengan pasangan Asafri Jaya Bakri-Ardinal, juga memperoleh suara yang signifikan di Kecamatan Tanah Kampung. Namun, kata dia, meski keduanya kuat di daerah asal masing-masing, bukan berarti masing-masing kandidat tidak bisa memperoleh suara di daerah asal rivalnya.
Contohnya, pasangan Asafri Jaya Bakri-Ardinal memperoleh suara yang besar di Kecamatan Pesisir Bukit. Demikian juga dengan Ahmadi Zubir-Mushar juga memperoleh suara di Kecamatan Tanah Kampung.
Demikian pula di Kecamatan Hamparan Rawang. Menurutnya, berdasar data pilwako putaran pertama lalu, Asafri Jaya Bakri-Ardinal juga memperoleh suara yang cukup besar di kecamatan tersebut. ”Pada prinsipnya daerah asal calon sangat mempengaruhi perolehan suara. Tapi, bukan berarti kandidat yang tidak berasal dari daerah setempat tidak bisa memperoleh suara,” terangnya.
Demikian pula soal mesin politik kedua pasangan ini. Selain didukung oleh mesin parpol, dia melihat, mesin politik yang cukup dahsyat yang dimiliki adalah jaringan hingga ke mahasiswa. Sebab, kata dia, keduanya merupakan orang nomor satu di masing-masing sekolah tinggi yang memiliki mahasiswa yang cukup besar. A safri Jaya merupakan Ketua STAIN Kerinci dan Ahmadi Zubir merupakan Ketua STIKIP Kerinci. ”Selain gengsi parpol, gengsi almamater juga turut mendukung,” tegasnya.
Selain itu, kata Ivan, faktor yang menentukan dalam kemenagan kandidat berada di Kecamatan Sungaipenuh dan Kecamatan Kumun Debai. Kecamatan Sungaipenuh dengan jumlah pemilih yang besar, tentu menginginkan posisi orang nomor tiga atau posisi sekda. ”Saya melihat, sejauh ini kedua kandidat menjanjikan posisi sekda dari Kecamatan Sungaipenuh,” terangnya.
Pengaruh lainnya yang cukup menentukan, adalah dari kandidat yang tidak lolos sebelumnya. ”Tapi, tidak begitu signifikan,” ujarnya. Sementara itu, tokoh masyarakat Sungaipenuh Saadudin Ibrahim mengatakan, wali kota dan wakil wali kota yang diinginkan masyarakat Sungaipenuh adalah pemimpin yang mampu, memiliki kredibilitas, moral yang baik dan dipercaya. Apalagi, kata dia, tantangan pemimpin Kota Sungaipenuh yang pertama ini sangat berat. Sebab, kata dia, wali kota dan wakil wali kota yang terpilih nanti harus mampu memperbaiki infrastruktur, meningkatkan ekonomi, dan meningkatkan pendidikan sehingga Kota Sungaipenuh menjadi kota idaman masyarakat.
Dalam memilih calon, katanya, banyak faktor yang mendukung. Namun, faktor yang sangat signifikan adalah bagaimana calon itu bisa dekat dengan masyarakat dan dipercaya masyarakat. ”Saya melihat, yang bakal unggul adalah orang yang memiliki figur yang bagus dan mengusai akar rumput,” ujarnya. Apa faktor lainnya? Menurut Saadudin, faktor daerah asal kandidat juga cukup mempengaruhi. Menurutnya, dalam pemilihan karena daerah asal terbagi menjadi dua, kelas bawah memilih berdasarkan emosional dan kelas pendidikannya cukup tinggi memilih berdasarkan rasional.
Demikian pula dengan faktor dukungan kandidat yang kalah di putaran pertama lalu, serta partai besar dalam pengusungan calon. Meski memiliki pengaruh, namun pengaruhnya tidak telalu besar dalam pemilihan nanti.
Pengaruh lainnya yang tidak begitu besar adalah, adanya penempatan sekda atau orang nomor tiga. Meski kandidat menjanjikan akan mengangkat posisi Sekda di wilayah yang di maksud, tidak akan berdampak besar. Sebab, kata dia, belajar dari pengalaman sebelumnya, setiap calon tentu akan menjagokan sekda sebanyak-banyaknya. ”Untuk posisi sekda itu hanya move politik saja. Masyarakat sudah belajar dari pengalaman Pilbup Kerinci, banyak sekda yang dijanjikan, tapi sekdanya putra Kerinci yang berdinas dari luar daerah juga,” tandasnya.
Kedua Kandidat Optimis Menang
Pasangan Asafri Jaya Bakri-Ardinal Salim dan Ahmadi Zubir-Mushar, sama-sama optimis akan memenangkan Pilwako Sungaipenuh pada 7 April mendatang. Direktur pemenangan Ahmadi-Mushar, Emil Faria mengatakan, target perolehan suara yang telah ditetapkan timnya adalah 65 persen. Dia mengklaim, Ahmadi-Mushar memiliki basis massa yang besar, berasal dari Kecamatan Hamparan Rawang dan Pesisir Bukit. ”Putaran kedua ini kita lebih fokuskan mempertahankan daerah basis. Kecamatan Pesisir Bukit dan Hamparan Rawang kita targetkan 90 persen. Berdasarkan perhitungan kita, modal awal kita sudah 20 ribu pemilih,” tegasnya.
Bagaimana dengan kecamatan lainnya? Di kecamatan lain, kata Emil, kandidatnya terus melakukan pergerakan bawah tanah dengan melakukan pertemuan dengan masyarakat. Dia optimis kandidatnya bakal unggul di Kecamatan Sungaipenuh dan Kumun Debai. Namun, di Kecamatan Tanah Kampung yang merupakan daerah asal Asafri Jaya Bakri, pihaknya tidak begitu bergerak. ”Untuk Tanah Kampung tidak kita dekati,” ujarnya. Untuk Kecamatan Sungaipenuh dan Kumun Debai, kata Emil, mereka tidak memasang target. ”Tapi, kita sudah berkomunikasi tingkat bawah dan bukan bermain di tingkat elit. Di tingkat bawah mereka terus bergerak,” bebernya. Selain memantapkan basis, pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan kandidat yang tidak lolos sebelumnya. ”Kita saat ini juga terus menjalin komunikasi dengan Zulhelmi, Zubir Muchtar, dan Dahnil Miftah,” ujarnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar